Rabu, 28 September 2016

Tempat-tempat yang Harus di Kunjungi Di Nusa Lembongan Bali

Tempat-tempat Indah Di Nusa Lembongan

petualangan nusa lembongan
Pulau (nusa) Lembongan memiliki panjang 4,6 km dan lebar 1-1,5 km ini berada kira-kira 11 km di sebelah tenggara Bali, Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Indonesia.
Untuk menuju ke lokasi pulau nusa lembongan, anda harus menyebrang selat badung dengan bantuan kapal-kapal yang sudah pasti menanti anda untuk menyebrang ke nusa lembongan. Namun ada baiknya anda memesan dulu kapal mana yang akan anda tumpungi untuk enyebrang ke nusa lembongan agar anda tidak menunggu kapal-kapal yang akan berlayar, apa lagi pas hari-hari libur akan banyak sekali wisatawan yang akan berkunjung ke nusa lembongan.
Untuk tarif penyebrangan biasanya dikenakan biaya sekitar Rp.65.000. Jarak tempuhnya sekitar 11 Kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Sebentar saja berlayar, maka anda akan dapat melihat pemandangan dari nusa lembongan.
Biasanya tujuan utama turis luar untuk datang ke nusa lembongan adalah untuk melakukan aktivitas surving, diving dan snorkeling yang mankjubkan. Bagaimana tidak, disalah satu sisi pulau ini terkenal dengan ombaknya yang pas untuk kegiatan surving. Begitu juga dengan keindahan bawah lautnya, ikan-ikan nan indah yang menghiasi lautan dapat anda jumpai dengan melakukan kegiatan snorkeling dan diving.

Berpetualang Di Pulau Nusa Lembongan

Akan ada banyak jasa penyewaan vasilitas snorkeling, diving dan surving di pulau nusa lembongan ini. Namun jika anda sudah menikmati bagaimana rasanya berlibur di pantai nusa lembongan, ada baiknya anda memulai petualangan dengan berkeliling pulau nusa lembongan. Tidak sampai membutuhakan waktu berharia-hari, satu hari saja cukup untuk menikmati keseluruhan objek wisata di pulau Nusa Lembongan ini dengan menyewa jasa sepeda motor yang banyak tersedia disana.
Tips untuk anda yang akan berlibur ke Nusa Lembongan, ada baiknya anda membawa uang cash dari pada membawa kartu ATM. Karena dipulau ini hanya tersedia 1 gerai ATM yang pastinya sudah ramai digunakan oleh turis-turis mancanegara.

Bukit Panorama Nusa Lembongan

bukit panorama nusa lembongan
Pulau nusa lembongan terdiri dari tempat-tempat tanjakan dan bertebing, tidak seperti pulau lain yang kontur tanahnya rata. Dari pelabuhan anda ambil jalur kanan dan menuju jalan tanjakan, sesampai diatas anda akan melihat banyak tempat duduk yang berjejer, ya benar sekali itu adalah cafe yang telah disediakan untuk anda menikmati suasana berada di paling atas pulau nusa lembongan.
Dari atas bukit itu, anda dapat melihat indahnya pemandangan puau nusa lembongan, hampir keseluruhan wilayah nusa lembongan dapat anda saksikan lewat bukit tersebut. Bahkan anda akan melihat pulau bali yang diatasnya terlihat gunung agung yang berdiri megah di atasnya.

Dream Beach

dream beach nusa lembongan
Berlanjut dari Bukit Panorama, anda ikuti jalan besar yang tracknya menurun dan menanjak. Kita akan menuju ke pantai Dream Beach yang katanya merupakan pantai yang sangat cocok untuk para peselancar. Jika anda takut salah arah, ada baiknya anda bertanya ke penduduk lokal yang ada disana. Jangan malu-malu guys, karena penduduknya sangat ramah jika ditanyai arah menuju lokasi objek wisata, karena memang papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi objek wisata disana sangat minim jadi rentan salah arah.
Menuju Pantai Dream Beach anda akan melewati  satu langkah lagi yakni tebing yang menutupi pantai ini. Karena memang pantai ini berada di bawah tebing. Namun dari atas anda akan dapat melihat pantai dengan ombak besar yang bergulung-gulung. Sangat cocok bagi anda yang senang dengan kegiatan surving atau berselancar.

Devil’s Tear

devils tear nusa lembongan
Namanya devils, wow cukup menyeramkan. Sebenarnya tempat ini bukanlah sebuah pantai, melainkan pemandangan ombak laut yang memecah tebing karang sehingga laut menjorok ke tengah menjadi sebuah celah. Masih belum paham, silahkan lihat gambarnya.
Lokasi ini cukup dekat dengan pantai Dream Beach, cukup berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor menempuh jalan berrumputa anda akan sampai di tempat tujuan. Eits jangan senang dulu anda juga harus melewati tebing dan menyisirnya dengan exstra hati-hati karena tebingnya berbentuk karang. Sesampai dilokasi anda akan terkesima melihat apa yang anda tuju.

Mushroom Beach

mushroom beacj nusa lembongan
Sama seperti di pantai kuta, salah satu lokasi di Nuse Lembongan juga menawarkan kehidupan malam di pantai Mushroom Beach. Banyak terdapat cafe-cafe yang berjejer di sekitaran pantai ini. Namun jika anda berkunjung di sore hari, anda akan menemui sedikit pengunjung sangat cocok untuk anda yang ingin bemain pasir dan menikmati secangkir minuman di pinggiran pantai.

Wisata Mangrove

hutam mangrove nusa lembongan
Pulau Nusa Menjangan ini dikelilingi dengan hutam mangrove yang berfungsi untuk menahan ombak besar untuk sampai ke daratan. Ternyata hutan mangrove ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang menawan. Jika anda memulai dari pelabuhan, anda cukup mengambil lajur kiri dan mengikuti jalan yang ada sampau ke ujung jalan.
Anda akan menemukan beberapa perahu penduduk yang siap sedia mengantarkan anda berkeliling hutan mangrove nusa penida. Tafirnya cukup bersahabat sekitar 50.000 samapi dengan 100.000 untuk berkeliling hutan mangrove, waktu tempunya juga tidak lebih dari 1 jam petualangan. Di dalam perjalanan anda akan menemukan rimbanya hutan mangrove yang begitu lebat. Di setiap pohon juga sudah disediakan label-label nama pohon dan nama ilmiahnya, jadi sembari kita menikmati indahnya berpetualang di hutam mangrove kita juga mendapatkan edukasi pengetahuan tentang pahon-pohon yang hidup di sekitarnya.
Bagaimana? seru bukan petualangan ke Pulau Nusa Lembongan ayo tunggu apa lagi, yuk ke Pulau Nusa Lembongan!:)

Tempat-tempat yang Harus Di Kunjungi Di Nusa Penida Bali

Apakah Anda pernah datang ke Nusa Penida atau mengunjungi Nuda Penida? Nama Nusa Penida adalah salah satu kawasan wisata di Bali yang tidak asing bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Bahkan banyak wisatawan luar negeri yang selalu ingin kembali ke Nusa Penida jika singgah ke Bali. Nusa Penida merupakan nama sebuah pulau yang tepatnya ada di bagian tenggara dari pulau Bali. Nuda Penida dan Bali hanya dipisahkan oleh sebuah selat bernama Selat Badung.  Nusa Penida sendiri sebenarnya berisi beberapa pulau kecil seperti Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Nusa Penida merupakan kawasan pulau dengan luas yang paling besar. Sementara Nusa Ceningan adalah pulau yang paling kecil. Para turis asing biasanya akan selalu datang ke Nusa Lembongan untuk menikmati waktu berlibur. Nusa Penida selalu menjadi pilihan dari tempat yang harus di kunjungi.
Jika Anda datang ke Nuda Penida, maka silahkan berkunjung  ke beberapa objek wisata seperti:
  1. Pantai Pasig Uug
Pantai Pasig Uug adalah salah satu pantai favorit bagi semua wisatawan yang datang ke Nusa Penida. Pantai yang terletak di desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida ini memiliki ciri khas berupa tebing – tebing yang lebih menjorok ke laut. Pantai Pasig Uug benar – benar sangat alami dan tidak memiliki pura seperti pada pantai lain di Bali. Suara ombak yang tenang di pantai ini membuat semua orang yang datang akan merasa terkesan. Selain itu air di pantai Pasig Uug masih sangat jernih dan biru.
Suasana sekitar pantai juga sangat tenang sehingga banyak orang yang datang untuk menenangkan diri atau melepas stres. Pantai Pasig Uug juga merupakan kawasan perairan yang menjadi tempat tinggal ikan pari dan penyu, sehingga Anda bisa melihat ikan pari dan penyu yang berenang di air yang biru.
Untuk tempat foto yang menarik Anda bisa mencoba sebuah tebing yang patah namun masih terhubung ke sisi dataran yang lain. Dari tempat ini pemandangan pantai akan terlihat sangat indah. Untuk menjangkau Pantai Pasig Uug Anda bisa menyeberang dari Pantai Sanur, Padang Bay atau Tanjung Benoa. Setelah sampai di Nusa Penida Anda bisa menyewa mobil atau motor.
  1. Mata Air Seganing
Mata Air Seganing tepatnya terletak di kawasan Sebuluh tepatnya Desa Cacah. Mata air Seganing sangat terkenal di Nusa Penida dan termasuk tempat wisata yang sangat indah. Anda bisa menikmati pemandangan air terjun yang sangat mengesankan. Namun untuk mencapai ke bagian air terjun maka Anda harus melewati medan jalan yang cukup berat selama 30 menit.
Jalan untuk mencapai mata air sangat licin, penuh batu dan terjal. Karena itu diperlukan keberanian dan niat yang sangat kuat. Namun pemandangan alam mata air dan air terjun yang sangat indah akan membayar semua perjalanan berat itu. Untuk mencapi tempat ini Anda bisa mulai perjalanan dari pelabuhan Toyapakeh. Waktu terbaik untuk mengunjungi mata air adalah saat musim panas atau kering. 
  1. Pantai Atuh
Pantai Atuh juga menjadi salah satu pantai yang sangat tenang dan menyenangkan di Nusa Penida. Pantai Atuh memberikan suasana yang sangat tenang dan pemandangan yang sangat indah. Pantai Atuh tepatnya terletak di kawasan Banjar Pelilit, Desa Pejukutan. Untuk mencapai lokasi pantai Atuh maka biasanya pengunjung akan menyusui jalan setapak selama 50 menit dengan medan datar dan curam.
Pantai Atuh memiliki karakter pasir putih yang sangat indah dan air yang biru serta ombak yang tenang. Pantai Atuh membentang luas sekitar 500 meter. Bagian ujung dari Pantai Atuh dibatasi oleh dua buah pulau yang sering disebut dengan nama Batu Abah. Di pulau tersebut ada sebuah pura yang digunakan untuk ibadah penduduk di kawasan Banjar Pelilit. Namun terkadang Pantai Atuh memiliki ombak yang cukup besar sehingga harus hati-hati jika ingin berenang.
  1. Pantai Kristal
Pantai Kristal merupakan salah satu pantai indah  yang terletak di Desa Sakti, Kabupaten Klungkung. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh pengunjung termasuk untuk diving atau sekedar menikmati pemandangan . Bagian pantai terlihat menjorok ke daratan dan pada bagian dalamnya terdapat sebuah pulau kecil yang dinamakan Batu Mejineng.
Di pulau kecil ini juga ada sebuah pura yang digunakan oleh warna Desa Sakti. Pantai Kristal bahkan menjadi pantai yang selalu menjadi objek pilihan oleh turis mancanegara. Para turis asing selalu kagum dengan pemandangan biota laut dan terumbu karang yang sangat indah.

5. Friends of National Parks Foundation (FNPP) & Bird Sanctuary
FNPP & Bird Sanctuary adalah sebuah penangkaran burung yang ada di Nusa Penida dengan tujuan untuk melestarikan populasi burung Jalak Bali. Sebelumnya burung Jalak Bali hanya dipelihara di TNBB ( Taman Nasional Bali Barat) namun sekarang ada juga di Nusa Penida.
Tempat penangkaran burung yang ada di Desa Ped, Nusa Penida. Anda bisa mencapai tempat ini sekitar 40 menit dari pelabuhan. Harga tiket untuk masuk ke FNPP hanya sekitar Rp 10.000 saja. Anda bisa melihat pemandangan dan suasana desa yang sangat menarik. Dan tentunya bisa melihat Jalak Bali yang sangat indah.
  1. Manta Point
Bagi Anda yang menyukai wisata air dan petualangan di bawah air maka harus mencoba diving atau snorkeling di Manta Point. Kawasan ini tidak hanya memberikan pemandangan bawah laut yang indah tapi juga petulangan perjalanan yang sangat indah. Sebelum mencapai laut yang akan dijadikan tempat diving maka semua harus berjalan melewati perbukitan yang sangat indah.
Setelah itu pengunjung bisa mencoba diving dan melihat beberapa biota laut yang sangat khas seperti hiu biru, hiu bambu, terumbu karang, dan berbagai jenis ikan lain. Namun semua pengunjung disarankan untuk menggunakan jasa pemandu karena tekanan ombak yang tidak stabil.
  1. Malibu Point
Jika Anda sudah menikmati Manta Point dan masih ingin berpetualang maka jangan lupa untuk masuk ke Malibu Point. Kawasan menyelam yang terkenal memiliki tingkat visibilitas yang sangat baik ini menjadi tujuan para wisatawan. Kawasan ini memiliki terumbu karang yang lebih banyak dan biota hiu biru yang sangat terkenal.
Dengan kedalaman sekitar 40 meter dari permukaan air maka penyelam bisa menikmati kawanan ikan hiu yang sudah terbiasa dengan manusia. Tentu saja ini akan memberikan pengalaman menyelam yang sangat berbeda.
  1. Batu Meling
Batu Meling bisa menjadi spot penyelaman yang sangat indah dan tidak akan terlupakan untuk semua pengunjung. Untuk mencapai tempat ini bisa ditempuh dengan menggunakan kapal selama 1 jam dari pelabuhan utama Nusa Penida. Perairan di kawasan Batu Meling terkenal sangat jernih sehingga semua biota laut bisa terlihat dengan jelas.
Selain itu pada bagian dalam perairan terdapat sebuah bukit yang ditumbuhi oleh rumput liar seperti bukit yang ada di daratan. Pada perbukitan ini terdapat batu yang berlubang sehingga dinamakan Batu Meling. Ikan pari dan hiu biru masih menjadi biota incaran oleh semua penyelam. Jadi jangan ragu untuk mencoba menyelam di Batu Meling.
  1. Gua Giri Putri
Gua Giri Putri adalah salah satu gua yang ada di Desa Suana, Kabupaten Klungkung, Nusa Penida. Gua Giri Putri memiliki bangunan pura di dalamnya dan dijadikan tempat ibadah bagi penduduk Bali. Gua ini menjadi pemujaan terhadap Dewa Siwa yang dipercaya untuk memelihara dan merawat manusia. Panjang Gua Giri Putri adalah sekitar 262 meter dan ada di 150 meter di atas permukaan laut. Bagian gua memiliki ciri khas yang sangat menarik seperti kelelawar, stalagmit dan stalagtit. Satu tempat persembahan ada di bagian depan gua dan tiga tempat persembahan ada di bagian dalam gua. Pada bagian dalam gua ditemukan aliran air yang dipercaya sebagai air suci. Masyarakat lokal akan mengunjungi gua ini untuk beribadah pada hari Kuningan dan Galungan. Bagian lain yang menarik dari gua ini adalah pintu masuk yang sangat kecil namun ketika tubuh sudah masuk ke bagian dalam gua maka akan terlihat besar dan sangat luas.
  1. Pura Puncak Mundi
Pura Puncak Mundi adalah salah satu pura yang terletak pada 521 meter di atas permukaan laut. Pura ini memiliki bentuk yang sangat khas selain jalur masuk dengan medan yang cukup tajam dan berkelok. Pura ini termasuk salah satu pura yang paling tinggi di Nusa Penida. Jika Anda datang dari pelabuhan Nusa Penida maka cukup membutuhkan waktu sekitar 1 jam saja. Bagian yang menarik dari pura ini adalah suhu yang sangat dingin dan suasana yang menyenangkan.
Jadi ternyata ada banyak tempat menarik di Nusa Penida, Bali. Anda bisa memilih wisata air atau wisata ritual.

Selasa, 24 November 2015

Keindahan Obyek Wisata Karangasem Bali

Kabupaten Karangasem merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota madya di Provinsi Bali. Kabupaten yang terletak di bagian timur Pulau Bali ini dibatasi oleh Selat Lombok dibagian Timur; bagian Barat dibatasi oleh Kabupaten Klungkung, Bangli, dan Buleleng; bagian Selatan dibatasi oleh Lautan Hindia, dan bagian Utara oleh Laut Jawa. Ibu kota dari kabupaten ini adalah Amlapura.

Kabupaten Karangasem tepatnya terletak di 8º00'00" - 8º41'37,8" bujur selatan dan 115º35'9,8" - 115º54'8,9" bujur timur. Kabupaten ini memiliki luas daerah 83.954 hektar, yang terdiri atas 8 kecamatan: Karangasem, Abang, Kubu, Bebandem, Sidemen, Selat, Rendang, and Manggis. Kabupaten Karangsem juga meliputi tiga kelurahan dan 68 desa tradisional, 52 kelompok komunitas, dan 526 dusun.

Pendataan penduduk tahun 2003 mencatat bahwa jumlah penduduk total Kabupaten Karangasem adalah 388.320 orang, terdiri atas 193.518 pria dan 194.802 wanita. Penduduk Karangasem memiliki penghidupan yang beragam. Ada yang menjadi petani, nelayan, pedagang, pengerajin, dan bahkan ada aktif di bidang pariwisata. Mayoritas penduduknya beragama Hindu, yang sangat religius, sehingga hampir setiap hari ditemukan aktifitas ritual.

Kabupaten Karangasem adalah daerah dengan iklim tropis, yang dipengaruhi oleh dua jenis musim: musim kemarau (April-Oktober) dan musim hujan (November--Maret). Curah hujan tertinggi terjadi pada Oktober, yakni dalam 166 hari, dengan rata-rata curah hujan 182 mm. Flora dan faunanya tergolong spesies tropis.

Jarak antara Kabupaten Karangasem dan Bandara Internasional Ngurah Rai adalah 88 km (53 mil). Sepanjang jalan dari bandara Anda akan melihat panorama Bali Timur yang menawan dengan perbukitannya dan persawahannya yang indah. 



Ada 15 tujuan wisata di Kabupaten Karangasem, yaitu: Bukit Jambul, Pura Besakih, Telaga Waja, Iseh, Putung, Puri Agung Karangasem, Tirtagangga, Jemeluk, Tulamben, Sibetan, Taman Ujung, Candidasa, Tenganan Pegeringsingan, Padangbai, dan Yeh Malet.

Bukit Jambul

Sejarah:
Nama Bukit Jambul pertama kali diberikan pada saat invasi Belanda ke Indonesia oleh seorang wisatawan yang melihat sebuah bukit tinggi berdiri di sebelah selatan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Klungkung dan Besakih. Di puncak bukit terdapat sebuah pura yang disebut Pura Pucak Sari yang dikelilingi oleh pepohonan besar. Sementara, di bawah kompleks pura terdapat panorama persawahan yang memukai. Ini membuat pepohonan terlihat seperti jambul.

Lokasi:
Bukit Jambul terletak di desa tradisional Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Bukit Jambul terletak 8 km dari Kabupaten Klungkung, 51 km dari Denpasar atau 15 km dari Pura Besakih.

Fasilitas:
Di objek wisata ini banyak terdapat warung dan restoran. Tempat parkir yang luas juga tersedia.

Deskripsi:
Bukit Jambul dikenal sebagai tujuan wisata yang mengagumkan karena kombinasi harmonis antara perbukitan, persawahan, lembah, dan panorama laut yang indah. Dari ketinggian bukit kita bisa menyaksikan keindahan alam di bawahnya. 




Pura Besakih:

Sejarah:
Pura ini pada awalnya dibangun di suatu desa suci yang disebut Hulundang Basukih, yang kini dikenal sebagai Desa Besakih. Nama Besakih diambil dari kata "Basuki" atau dalam naskah kuno ditulis sebagai Basukir atau Basukih. Kata Basuki sendiri diambil dari kata Sanskerta "Wasuki" yang berarti "penyelamat".

Sementara, dalam mitologi Samudramanthana disebutkan bahwa Basuki adalah nama naga yang melingkari Gunung Mandara.

Cerita kuno menyebutkan bahwa Pura Besakih dibangun oleh Rsi Markandya dan pengikutnya sekitar abad ke-11. Pada waktu itu, Rsi Markandya ingin pergi ke Gunung Agung untuk membangun peristirahatan. Namun, proses pembangunannya bermasalah karena meninggalnya para pengikutnya akibat suatu penyakit. Untuk menyelamatkan para pengikutnya maka Rsi Markandya membuat sebuah tempat pemujaan terhadap Tuhan sebagai penyelamat. Tempat pemujaan tersebut disebut "Sanggar Basuki".

Lokasi:
Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, sebelah Barat Daya Gunung Agung-sekitar 44 km dari Amlapura dan 62 km dari Denpasar.

Fasilitas:
Beberapa fasilitas penunjang pariwisata yang tersedia di daerah ini antara lain: warung makan, penjual buah-buahan, dan toko barang-barang seni. Tempat parkir juga tersedia dan pemandu wisata local yang selalu siap memberikan layanan terbaiknya.

Deskripsi:
Pura Besakih merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tempat wisata lainnya. Pura Besakih menjadi terkenal karena kompleks candi yang didirikan disana, sehingga dikenal sebagai Pura Utama di Bali. Besakih yang menawarkan atmosfir religius dibangun berdasarkan pada empat arah. 



Telaga Waja

Lokasi:
Telaga Waja adalah sungai yang terletak di Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Sungai ini sangat bagus untuk kegiatan arung jeram. Airnya jernih dan banyak lekuk dengan bebatuan besar sepanjang aliran sungai. Kegiatan arung jeram ini akan menguji nyali Anda untuk menaklukan tantangan alam ini.

Fasilitas:
Beberapa fasilitas penunjang pariwisata tersedia di tempat ini, seperti hotel-hotel kecil dan restoran.

Deskripsi:
Telaga Waja adalah sungai yang terletak di Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Sungai ini sangat bagus untuk kegiatan arung jeram. Airnya jernih dan banyak lekuk dengan bebatuan besar sepanjang aliran sungai. Kegiatan arung jeram ini akan menguji nyali Anda untuk menaklukan tantangan alam ini.

Pemandangan sepanjang sisi sungai sangat mengagumkan dengan udaranya yang sejuk. Bagi mereka yang ingin mencoba tantangan arung jeram Telaga Waja akan menghadapi tingkat II dan tingkat III, juga bersebelahan dengan tingkat IV. Di tengah perjalanan, Anda akan menyaksikan air terjun yang mengagumkan.

Telaga Waja merupakan sungai yang memiliki aliran air yang tetap kontras dengan sungai Ayung yang dalam dan “tajam”. Ekspedisi Telaga Waja dimulai dari lembah terbuka Desa Rendang.

Anda dapat menyaksikan keindahan pemandangan di dibawah aliran air terjun jernih yang menakjubkan. Di kejauhan, anak-anak desa bermain di sungai dan para petani bekerja di sawah.

Titik awal arung jeram adalah Desa Rendang, sementara titik akhirnya di Desa Muncan. Pada titik akhir Anda bisa mandi untuk membersihkan badan. Selanjutnya Anda dapat menikmati sarapan pagi sambil menyaksikan pemandangan Bali yang mengagumkan dari restoran. 



Iseh

Lokasi:
Objek wisata Iseh terletak di Desa Iseh, Kecamatan Sidemen dengan jarak 52 km dari Denpasar dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum atau pribadi.

Fasilitas:
Beberapa fasilitas penunjang pariwisata tersedia di tempat ini, seperti hotel-hotel kecil, toko-toko yang menawarkan kain endek dan aneka suvenir.

Deskripsi:
Pemandangan alam Iseh sudah dikenal berpuluh-puluh tahun yang lalau. Gunung Agung yang tampak dari kejauhan dengan lembahnya, sungai yang mengalir dengan airnya yang jernih ditengah-tengah persawahan yang hijau, dimana para petani tradisional bekerja-merupakan sesuatu yang layak disaksikan. Keindahan panorama Iseh diperkenalkan pertama kali oleh dua orang asing yang cukup lama tinggal di daerah ini. Melalui lukisan mereka mendokumentasikan pemandangan Desa Iseh dan kehidupan sosial kemasyarakatannya. Kedua pelukis tersebut adalah Walter Spies dari Jerman dan Theo Meier dari Swiss. Mereka menghabiskan masa hidupnya dnegan bersosialisasi dengan masyarakat setempat dan mengenal lebih jauh tentang adat dan budaya mereka



Putung

Sejarah:
Berdasarkan cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi, nama Putung diambil dari nama suatu daearah yang terisolasi, yang dulu pernah dikunjungi oleh orang yang ingin meditasi untuk mendapatkan berkah. Kata "Putung" dianggap berasal dari kata "putus" yang berarti suatu perkimpoian tanpa memiliki keturunan, dalam Bahasa Bali disebut "putung".

Lokasi:
Putung terletak di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, sekitar 64 km dari Denpasar dan sekitar 19 km dari Amlapura. Area ini dapat dijankau oleh kendaraan umum atau pribadi.

Fasilitas:
Hotel-hotel kecil dengan restoran dilengkapi dengan areal parkir yangluas tersedia sebagai fasilitas pendukung.

Deskripsi:
Nilai plus pada Putung sebagai objek wisata adalah panoramanya yang indah dan mengagumkan, yang merupakan kombinasi antara pegunungan dan laut dari kejauhan. Putung terletak pada daerah pengunungan yang dikelilingi oleh pepohonan lebat, terutama kebun "salak". Ini membuat daerah ini begitu dingin dan sejuk. Dari sini, kita bisa melihat pemandangan sekitar yakni persawahan. Dari ketinggian ini pula kita bisa melihat para nelayan menangkap ikan. Keindahan Putung menjadi terkenal melalui lukisan seorang pelukis Italia yang tinggal di daerah ini selama bertahun-tahun dan menikah dengan wanita dari Desa Manggis. 


Puri Agung Karangasem

Sejarah:
Puri Agung Karangasem dibangun pada abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja pertama Kerajaan Karangasem. Tujuan wisata ini menarik untuk dikunjungi karena arsiteturnya yang unik, yang merupakan kombinasi antara arsitektur Bali, Cina, dan Eropa.

Lokasi:
Puri Karangasem terletak di Amlapura, sekitar 78 km dari Denpasar.

Deskripsi:
Seperti yang disebutkan di atas, arsitektur Puri Agung Karangasem adalah kombinasi antara tiga gaya. Arsitektur Bali dapat ditemukan pada pahatan patung-patung Hindu dan relief pada dinding puri. Pengaruh Eropa terlihat pada gaya gedung utama dengan beranda yang besar, sementara arsitektur Cina tampak pada gaya jendela, pintu, dan ornamen yang lain.

Puri Agung Karangasem terdiri atas tiga bagian, yakni Bencingah, Jaba Tengah, dan maskerdam. Bencingah merupakan bagian depan dari Puri, dimana kesenian tradisional sering dipentaskan. Jaba Tengah yang menjadi kebun puri dengan kolam. Di tengah kolam terdapat sebuah bangunan yang disebut "Balai Gili" atau gedung mengambang, disini kita bisa menemukan dua pohon lychee tua. Bagian ketiga adalah Maskerdam, yang diberikan setelah nama kota Amsterdam, sebuah kotak di Belanda. Bangunan ini dibangun pada awal Raja Karangasem memulai hubungan dengan Pemerintah Belanda.





Tirta Gangga

Sejarah:
Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina.

Lokasi:
Tirtagangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.

Fasilitas:
Fasilitas yang tersedia di daerah ini antara lain hotel-hotel kecil, restoran-restoran kecil, dan warung-warung serta areal parkir yang luas.

Deskripsi:
Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja.

Sebelum konstruksi Tirtagangga, terdapat sumber mata air besar di daerah ini; sehingga masyarakat setempat menyebut daerah ini "embukan" yang artinya mata air.

Mata air itu kemudian difungsikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air dan juga sebagai "pemurnian" dari para Dewa. Untuk tujuan ini, mata air ini dianggap suci dan sacral.

Aspek religius dalam mengkonstruksi Tirtaganga untuk rumah istirahat raja dan juga untuk fungsi umum layak untuk disaksikan.




Jemeluk

Sejarah:
Berdasarkan cerita rakyat setempat nama Jemeluk berasal dari kata "menyeluk" atau "seluk" yang berarti teluk. Daerah ini terkenal dengan kehidupan bawah airnya.

Lokasi:
Jemeluk terletak di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang-sekitar 100 km dari Denpasar atau 21 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Di sekitar daerah ini dapat ditemukan restoran, hotel, dan warung makan. Pengunjung yang ingin melihat panorama laut dari dekat dapat menikmatinya dari tempat pemberhentian.

Deskripsi:
Jemeluk merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi dengan kehidupan bawah air yang mengagumkan. Air yang jernih membuat para pengunjung nyaman bila melakukan aktifitas bawah air untuk melihat ikan-ikan tropis dan kehidupan bawah air lainnya.

Terumbu karang di Jemeluk menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dari seluruh dunia.

Disamping panorama bawah air, kita juga bisa menikmati pemandangan alam sekitar yang indah dengan perbukitan dan lembah menawan dikombinasikan dengan laut yang luas. Proses pembuatan garam tradisional yang dibuat penduduk setempat tentulah menjadi sesuatu yang layak disaksikan.



Tulamben

Sejarah:
Tulamben adalah suatu desa yang namanya diambil dari kata "Batulambih". Batulambih berarti banyak batu yang diakibatkan oleh meletusnya Gunung Agung. Seiring dengan waktu, kata ini berubah menjadi Batulamben dan akhirnya diucapkan sebagai Tulamben.

Lokasi:
Objek wisata ini terletak di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu-sekitar 102 km dari Denpasar dan 25km dari Amlapura.

Fasilitas:
Terdapat beberapa fasilitas pendukung pariwisata; misalnya, hotel, restoran, dan warung. Bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan bawah air, operator-operator selam tersedia.

Deskripsi:
Desa Tulamben tulamben berkembang menjadi objek wisata karena posisinya yang strategis dank arena keindahan alam sekitarnya. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan yang mengagumkan dari Gunung Agung dari sisi barat. Disamping itu, Tulamben juga menawarkan panorama kehidupan laut yang menakjubkan.

Di dalam pertualangan bawah air, kita akan menemukan bangkai kapal US Liberty dari Perang Dunia II. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Apabila Anda menyelam, ada tidak saja akan merasa kembali ke zaman lampau, Anda akan melihat ikan-ikan tropis dan kehidupan bawah air lainnya.





Sibetan

Lokasi:
Desa Sibetan, yang terkenal dengan salaknya, terletak di Kecamatan Bebandem-sekitar 83 km dari Denpasar atau 15 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Di daerah wisata ini terdapat banyak warung dan penginapan.

Deskripsi:
Sebagai salah satu tujuan wisata di Karangasem, Desa Sibetan menawarkan panorama alam (agro wisata). Desa Sibetan terletak di ketinggian 400-600 m di atas permukaan laut, dengan temperatur rata-rata 20º-30 º C. Rata-rata curah hujannya adalah 1.567 mm-20.000 mm per tahun. Iklim yang dingin dan udara yang segar membuat salak cocok tumbuh di daerah ini. Disini para wisatawan dapat menemukan vegetasi salak dengan beragam rasa. Luasnya kebun salak di daerah ini juga menarik untuk disaksikan.

Sekitar 81,12% daerah Sibetan, yaitu 1.125.000 hektar, diubah menjadi kebun salak. Dengan demikian, sekitar 14 ragam vegetasi salak dapat ditemukan di daerah ini. Wisatawan dapat menyaksikan proses panen salak termasuk pemasarannya.
Selain sebagai pusat salak, Sibetan juga layak dikunjungi karena keunikannya dan budaya dan tarian tradisionalnya, seperti genjek dan angklung.

Untuk menikmati keindahan alam daerah ini, para pengunjung dapat mengiuti aktifitas trekking yang akan dipandu oleh pemandu wisata lokal.



Taman Ujung

Sejarah:
Istana Air Ujung, yang oleh masyarakat setempat disebut Taman Soekasada
Ujung dibangun pada tahun 1919. Namun, peresmian kompleks istana air ini
dialkukan pada tahun 1912.
Istana air yang dikonstruksi oleh raja terakhir Karangasem, I Gusti Bagus
Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945.
Taman Ujung dibangun untuk menyambut dan melayani tamu-tamu penting dan
raja-raja dari negara retangga, disamping sebagi tempat untuk raja dan
keluarga kerajaan.

Lokasi:
Taman Sukasada Ujung terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem-sekitar
85 km dari Bandar Udara Ngurah Rai atau 5 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Aktifitas pariwisata di daerah ini antara lain: warung makan, restoran
kecil, dan areal parkir yang luas. Para wisatawan yang tertarik dengan
produk kerajinan lokal dapat menemukannya di beberapa toko seini yang ada
di sini.

Deskripsi:
Taman Soekasada Ujung telah diumumkan sebagai objek wisata budaya mengingat dianggap sebagai satu dari warisan budaya yang ada di Kabupaten Karangasem. Kompleks Taman Soekasada Ujung merupakan kombinasi dari arsitektur Bali dan Eropa. Terdapat tiga kolam besar dan luas di daerah ini. Di tengah kolam utama, terdapat bangunan yang menghubungkan sisi-sisi kolam dengan dua jembatan. Pada kompleks tertinggi, kita akan menemukan patung "warak" (badak). Di bawah wark adalah patung banteng. Dari tempat tinggi ini kita bisa melihat pemandangan laut yang mengagumkan dengan hutan yang menghijau, keindahan Gunung Agung yang dikombinasikan dnegan persawahan yang hijau. Kemegahan Taman Ujung telah dirusak akibat meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 dan diperburuk dengan gempa bumi pada tahun 1979. Namun, penyelematan telah dilakukan untuk membawa kembali kejayaan kompleks istana air ini dengan merekonstruksi dan merevitalisasinya. Meskipun tidak seutuh dulu, namun kemegahannya terlihat sampai sekarang.




Candidasa

Sejarah:
Dahulu, Candidasa dikenal sebagai Teluk Kehen. Namun, sejak daerah ini dibuka menjadi objek wisata, nama Candidasa pun mulai digunakan.
Tidak ada catatan/laporan pasti tentang latar belakang nama Candidasa. Namun, dianggap pemilihan nama ini berhubungan dengan cerita "lingga" di bagian dalam candi yang terletak pada perbukitan Candidasa.
Naskah kuno menyebutkan bahwa Pura Candidasa dibangun pada abad ke-12. Ada "lingga" yang terdapat di dalam candi yang dipercaya sebagai symbol Dewa Siwa. Di tempat suci ini konon bisa mendapatkan penghargaan tertinggi atau "sorga" dengan uttering sepuluh huruf yang disebut "Dasa Aksara" (Dasa artinya sepuluh).
Cerita lain mengatakan bahwa nama Candidasa diinspirasi oleh sebuah patung dekat lingga. Patung itu adalah patung Dewi Hariti yang dikelilingi oleh 10 anak. Dipercaya bahwa Dewi Hariti memberikan berkah berupa kemakmuran dan kesejahteraan kepada mereka yang bersembahyang disana.

Lokasi:
Candidasa terletak di desa Samuh-Bugbug, Kecamatan Karangasem. Sekitar 65 km dari Denpasar dan 12 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Fasilitas yang tersedia disini antara lain: restoran, hotel-hotel kecil, hotel berbintang, dan fasilitas lain yang diperlukan untuk mendukung industri pariwisata.

Deskripsi:
Candidasa dikenal karena pasir putihnya. Industri pariwisata bermunculan dengan latar belakang Samudra Hindia. Dari tempat ini kita bisa melihat Pulau Lombok dan Nusa Penida dan cahaya "jukung" yakni perahu tradisional yang bersinar akan selalu membawa Anda untuk datang lagi. 





Tenganan Pegeringsingan

Sejarah:
Tenganan merupakan salah satu dari beberapa desa kuno di Bali, yang biasanya disebut "Bali Aga". Ada beberapa versi tentang sejarah tentang desa Tenganan. Ada yang mengatakan kata Tenganan berasal dari kata "tengah" atau "ngatengahang" yang berarti "bergerak ke daerah yang lebih dalam". Penurunan kata ini berhubungan dengan pergerakan orang-orang desa dari daerah pinggir pantai ke daerah pemukiman, dimana posisi desa ini adalah di tengah-tengah perbukitan, yakni Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin).

Versi lain mengatakan bahwa orang-orang Tenganan berasal dari Desa Peneges, Gianyar, tepatnya Bedahulu. Berdasarkan cerita rakyat, dulu Raja Bedahulu kehilangan salah satu kudanya. Orang-orang mencarinya ke Timur dan sang kuda ditemukan tewas oleh Ki Patih Tunjung Biru, tangan kanan sang raja. Atas loyalitasnya, sang raja memeberikan wewenang kepada Ki Patih Tunjung Biru untuk mengatur daerah itu selama aroma dari I carrion kuda tercium. Ki Patih seorang yang pintar, is memotong carrion menjadi potongan-potongan dan menyebarkannya sejauh yang dia bisa lakukan. Dengan demikian dia mendapatkan daerah yang cukup luas.

Kata Pegeringsingan diambil dari kata "geringsing". Geringsing adalah produk tenun tradisional yang hanya dapat ditemukan di Tenganan. Gerinsing dianggap sakral yakni menjauhkan kekuatan magis jahat atau black magic. Geringsing diturunkan dari kata "gering" yang berarti sakit dan "sing" yang berarti tidak.

Lokasi:
Tenganan Pegeringsingan terletak di Kecamatan Manggis, sekitar 65 km dari Denpasar (Bandar Udara Internasional Bali), dekat dengan Candidasa dan dapat dijangkau dengan mudah oleh kendaraan umum atau pribadi.

Fasilitas:
Wisatawan akan merasa nyaman mengunjungi daerah ini karena banyak fasilitas yang tersedia misalnya: warung, kamar mandi yang bagus, toko barang-barang seni, dan area parkir yang luas. Jika Anda ingin makan di restoran atau bermalam di daerah ini, Anda bisa datang ke Candidasa, sekitar 3 km dari desa ini.





Padangbai

Sejarah:
Padangbai terletak di daerah pemukiman padat/pinggiran dan diisolasi oleh celuk/teluk yang disebut Padang, yang telah digunakan sebagai pelabuhan selama bertahun-tahun. Nama Padangbai diambil dari teluk ini dan karena pengaruh bahasa Belanda, frase Padang Bay berubah menjadi Padangbai.

Lokasi:
Objek wisata ini terletak di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, sekitar 53 km dari Amlapura. Selain sebagai tempat tujuan wisata terkenal, Padangbai adalah pintu gerbang dari dan ke Bali.

Fasilitas:
Warung makan, restoran kecil, dan hotel-hotel kecil tersedia, disamping fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan wisatawan.

Deskripsi:
Padangbai merupakan suatu pelabuhan dimana kapal-kapal besar dan kecil melepaskan jangkarnya. Area ini dikembangkan sebagai objek wisata dengan beberapa atraksi yang dimilikinya, seperti pasir putih, lingkungan alam sekitar yang indah, panorama bawah air yang menawan. Disamping itu, kehidupan sehari-hari para nelayan dan keramaian di pelabuhan menjadi nilai plus daerah ini.

Objek wisata ini juga dikenal karena pura-pura keramatnya, Pura Silayukti dan Pura Tanjung Sari. Silayukti dibangun oleh Empu Kuturan. Disamping dua pura ini, terdapat pula Pura Penataran Agung, yang bertempat disebelah Barat Padangbai.



Yeh Malet

Sejarah:
Yeh Malet merupakan salah satu tujuan/objek wisata di Karangasem. Yeh Malet terletak di desa Antiga, Kecamatan Manggis, sekitar 33 km sebelah barat Amlapura.

Fasilitas:
Objek wisata ini dilengkapi dengan beberapa tempat istirahat untuk para wisawatan yang melewati daerah ini. Warung-warung juga tersedia disini. Wisatawan yang ingin mengetahui tentang objek wisata dan fasilitasnya sekitar Kabupaten Karangasem atau sekadar informasi singkat tentang Yeh Malet silakan hubungi pusat informasi wisatawan setempat.

Deskripsi:
Yeh Malet terletak pada jalan utama yang menghubungkan Amlapura dan Denpasar. Dengan demikian, tempat ini cocok bagi mereka yang ingin beristirahat. Di sini pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekitar dan juga melihat proses pembuatan garam secara tradisional. Di area ini, pengunjung bisa juga berenang, memancing, atau lari pagi.