Senin, 19 Oktober 2015

Sejarah Perkembangan Pariwisata Bali


Mulai dikenalnya pulau Bali oleh orang barat, menceritakan cerita sejarah yang panjang, sejarah ini pula yang berpengaruh akan perkembangan pariwisata Bali. Hal utama yang membuat pulau Bali terkenal akan pariwisatanya, pastinya bukan karena pantai, pengunungan dan pesona alam yang lain. Melainkan pariwisata Bali berkembang karena nilai estitika, seni budaya berdasar agama Hindu dan sifat fleksebilitas serta toleransi orang Bali. Mari kita simak perkembangan pariwisata Bali dari jaman ke jaman.

Kedatangan Belanda

Sejarah perkembangan pariwisata Bali dapat ditelusuri, semenjak kedatangan pelaut Belanda di pulau Bali pada tahun 1957. Kapten kapal dari pelaut Belada yang bernama Cornelius Houtman. Tahun inilah orang Bali pertama kali melakukan kontak dengan orang Eropa.
Ketika Cornelius Houtman ingin meninggalkan pulau Bali, banyak dari krew kapal yang tidak ingin meningalkan pulau Bali. Mereka sangat tertarik dan terpesona akan kemakmuran dan seni budaya orang Bali. Ketika Belanda kembali lagi ke Bali beberapa tahun selanjutnya, Belanda tidak lagi tertarik akan seni dan budaya yang dimiliki oleh orang Bali. Melainkan Belanda lebih tertarik akan mencari keuntungan dengan mengeksploitasi orang Bali.
Pada tahun 1710 terjadi pergolakan di kerajaan Bali yang di kuasai oleh kerajaan Gelgel yang berada di kabupaten Klungkung. Pergolakan ini membuat istana kerajaan Gelgel di pindahkan ke bagian utara dan bernama Semarapura. Banyak kerajaan kecil di Bali merasa tidak puas akan pemeritahan kerajaan Semarapura dan banyak kerajaan kecil yang ada di Bali ingin membuat pemerintahan sendiri, dengan memisahkan diri dari kerajaan Semarapura.
Keadaan ini dilihat oleh Belanda sebagai peluang besar untuk menguasai Bali, dengan cara memecah belah persatuan orang Bali. Suku Sasak yang ada di pulau Lombok dulu adalah bagian dari kerajaan Bali, dan pihak Belanda membuat suku Sasak Lombok untuk memisahkan diri dari kerajaan Bali dengan cara melakukan pembrontakan.

Peperangan antara pasukan kerajaan Bali yang ada di Lombok melawan suku Sasak tidak dapat di hindari. Karena kerajaan Bali sudah terpecah maka kekalahan dari suku Sasak yang memberontak tidak dapat dihindari. Pihak Belanda juga telah menguasai pulau Bali bagian utara, yang membuat kerajaan Bali di bagian selatan, hanya menunggu waktu untuk ditaklukan Belanda.
Penjajahan Belanda
Pada tahun 1904, terjadi perselisihan antara orang Bali dengan pedagang Cina, dan terjadilah pengerusakan kapal Cina di Sanur Badung. Pihak Belanda menuntut raja Badung untuk menganti rugi kerusakan dari kapal Cina tapi ditolak oleh raja Badung.
Pada tahun 1906, kapal perang Belanda mendarat di pantai Sanur dan tepatnya pada tanggal 20 September 1906 perang besar tidak dapat dihindari. Perlengkapan persenjataan dari Belanda yang lebih modern, membuat pasukan kerajaan Badung mengalami kekalahan telah. Kekalahan dalam perang kemudian ditahan oleh pihak Belanda dan di asingkan adalah hal yang memalukan bagi Raja Badung, jadi perang puputan (perang sampai mati) dilakukan oleh raja Badung. Peristiwa peperangan ini saat ini dikenal dengan nama puputan Badung.
Pihak Belanda juga menyerang kerajaan Tabanan dan kerajaan Klungkung dan perang puputan juga tidak dapat dihindari. Kerajaan yang tidak melakukan perang puputan dan menyerah adalah kerajaan Gianyar dan Kerajaan Karangasem, oleh karena itu Raja Gianyar dan Raja Karanagsem diperbolehkan oleh Belanda untuk mempertahankan kekuasaan mereka dengan syarat di bawah kendali Belanda. Dengan berakhirnya perang puputan, maka semua daerah di pulau Bali menjadi wilayah kekuasaan Belanda.
Perang puputan yang dilakukan oleh rakyat Bali, berhasil mencoreng reputasi Belanda di dunia internasional. Untuk menebus kesalahan tersebut, pihak Belanda tidak melakukan sistem tanam paksa di pulau Bali, malahan mempromosikan pulau Bali ke dunia internasional. Disinilah awal dari perkembangan pulau Bali menjadi tempat pariwisata.
Perkembangan pariwisata Bali dimulai dari banyaknya seniman aing yang memilih menetap di tempat wisata Ubud untuk menekuni bidang seni mereka. Hasil karya seni dari seniman asing yang menetap di Ubud, secara langsung mempromosikan pulau Bali sebagai tempat yang eksotis untuk dikunjungi.

Wisata Olah Raga Air

Perkembangan pesat pariwisata Bali terjadi pada tahun 70-an, ketika peselancar menemukan banyak ombak di pulau ini yang sangat bagus digunakan untuk berselancar. Peselancar ini secara tidak langsung mempromosikan pariwisata di tahun 1970.
Selain pantai alam trofis pulau Bali meliputi gunung, bukit, sawah, dasar laut dan sungai semuanya menawarkan keunikan dan ciri khas tersendiri. Oleh sebab itu, begitu banyak media internasional yang menyebutkan pulau Bali, sebagai tujuan wisata beriklim trofis, yang paling diminati oleh wisatawan.
Selain berselancar di pantai, aktivitas Bali water sport seperti Parasailing, Jet Ski dan Banana Boat menjadi data tarik tersendiri bagi wisatawan. Tempat aktivitas water sport di Bali terbesar terdapat di pantai Tanjung Benoa. Setiap harinya pantai Tanjung Benoa, ramai dikunjungi oleh para wisatawan untuk bermain Bali water sport.
Selain water sport di Tanjung Benoa, olah raga air yang juga sering dicari oleh wisatawan manca negara dan domestik adalah Bali rafting. Untuk rafting di Bali sungai yang digunakan adalah sungai Ayung dan sungai Telaga Waja.
Saat ini begitu banyak hotel, villa, resort, bungalow dan home stay yang terdapat di pulau Bali. Tempat makan juga mengalami perkembagan di pulau Bali, semuanya disediakan untuk mengakomodasi para wisatawan yang ingin berlibur. Pariwisata di Bali juga banyak menyediakan jasa Bali tour murah, bagi anda yang menginginkan berlibur ke objek wisata di Bali.

Tapi hal yang paling penentu dari perkembangan pariwisata Bali adalah faktor keamanan. Semua orang pasti tidak akan ingin berlibur ketempat yang tidak memberikan rasa aman dan pulau Bali, beberapa kali pernah masuk ke dalam travel warning negara-negara maju seperti, Amerika Serikat dan Australia. Tapi untungnya sekarang, travel warning tersebut telah di cabut dan pulau Bali, masih dapat di katakan tempat wisata yang paling aman di Indonesia.