Mulai
dikenalnya pulau Bali oleh orang barat, menceritakan cerita sejarah yang
panjang, sejarah ini pula yang berpengaruh akan perkembangan pariwisata Bali.
Hal utama yang membuat pulau Bali terkenal akan pariwisatanya, pastinya bukan
karena pantai, pengunungan dan pesona alam yang lain. Melainkan pariwisata Bali
berkembang karena nilai estitika, seni budaya berdasar agama Hindu dan sifat
fleksebilitas serta toleransi orang Bali. Mari kita simak perkembangan
pariwisata Bali dari jaman ke jaman.
Kedatangan Belanda
Sejarah
perkembangan pariwisata Bali dapat ditelusuri, semenjak kedatangan pelaut
Belanda di pulau Bali pada tahun 1957. Kapten kapal dari pelaut Belada yang
bernama Cornelius Houtman. Tahun inilah orang Bali pertama kali melakukan
kontak dengan orang Eropa.
Ketika Cornelius
Houtman ingin meninggalkan pulau Bali, banyak dari krew kapal yang tidak ingin
meningalkan pulau Bali. Mereka sangat tertarik dan terpesona akan kemakmuran
dan seni budaya orang Bali. Ketika Belanda kembali lagi ke Bali beberapa tahun
selanjutnya, Belanda tidak lagi tertarik akan seni dan budaya yang dimiliki
oleh orang Bali. Melainkan Belanda lebih tertarik akan mencari keuntungan
dengan mengeksploitasi orang Bali.
Pada
tahun 1710 terjadi pergolakan di kerajaan Bali yang di kuasai oleh kerajaan
Gelgel yang berada di kabupaten Klungkung. Pergolakan ini membuat istana
kerajaan Gelgel di pindahkan ke bagian utara dan bernama Semarapura. Banyak
kerajaan kecil di Bali merasa tidak puas akan pemeritahan kerajaan Semarapura
dan banyak kerajaan kecil yang ada di Bali ingin membuat pemerintahan sendiri,
dengan memisahkan diri dari kerajaan Semarapura.
Keadaan
ini dilihat oleh Belanda sebagai peluang besar untuk menguasai Bali, dengan
cara memecah belah persatuan orang Bali. Suku Sasak yang ada di pulau Lombok
dulu adalah bagian dari kerajaan Bali, dan pihak Belanda membuat suku Sasak
Lombok untuk memisahkan diri dari kerajaan Bali dengan cara melakukan
pembrontakan.
Peperangan
antara pasukan kerajaan Bali yang ada di Lombok melawan suku Sasak tidak dapat
di hindari. Karena kerajaan Bali sudah terpecah maka kekalahan dari suku Sasak
yang memberontak tidak dapat dihindari. Pihak Belanda juga telah menguasai
pulau Bali bagian utara, yang membuat kerajaan Bali di bagian selatan, hanya
menunggu waktu untuk ditaklukan Belanda.
Penjajahan Belanda
Pada
tahun 1904, terjadi perselisihan antara orang Bali dengan pedagang Cina, dan
terjadilah pengerusakan kapal Cina di Sanur Badung. Pihak Belanda menuntut raja
Badung untuk menganti rugi kerusakan dari kapal Cina tapi ditolak oleh raja
Badung.
Pada
tahun 1906, kapal perang Belanda mendarat di pantai Sanur dan
tepatnya pada tanggal 20 September 1906 perang besar tidak dapat dihindari.
Perlengkapan persenjataan dari Belanda yang lebih modern, membuat pasukan
kerajaan Badung mengalami kekalahan telah. Kekalahan dalam perang kemudian
ditahan oleh pihak Belanda dan di asingkan adalah hal yang memalukan bagi Raja
Badung, jadi perang puputan (perang sampai mati) dilakukan oleh raja Badung.
Peristiwa peperangan ini saat ini dikenal dengan nama puputan Badung.
Pihak
Belanda juga menyerang kerajaan Tabanan dan kerajaan Klungkung dan perang
puputan juga tidak dapat dihindari. Kerajaan yang tidak melakukan perang
puputan dan menyerah adalah kerajaan Gianyar dan Kerajaan Karangasem, oleh
karena itu Raja Gianyar dan Raja Karanagsem diperbolehkan oleh Belanda untuk
mempertahankan kekuasaan mereka dengan syarat di bawah kendali Belanda. Dengan
berakhirnya perang puputan, maka semua daerah di pulau Bali menjadi wilayah
kekuasaan Belanda.
Perang
puputan yang dilakukan oleh rakyat Bali, berhasil mencoreng reputasi Belanda di
dunia internasional. Untuk menebus kesalahan tersebut, pihak Belanda tidak
melakukan sistem tanam paksa di pulau Bali, malahan mempromosikan pulau Bali ke
dunia internasional. Disinilah awal dari perkembangan pulau Bali menjadi tempat
pariwisata.
Perkembangan
pariwisata Bali dimulai dari banyaknya seniman aing yang memilih menetap di
tempat wisata Ubud untuk
menekuni bidang seni mereka. Hasil karya seni dari seniman asing yang menetap
di Ubud, secara langsung mempromosikan pulau Bali sebagai tempat yang eksotis
untuk dikunjungi.
Wisata Olah Raga Air
Perkembangan
pesat pariwisata Bali terjadi pada tahun 70-an, ketika peselancar menemukan
banyak ombak di pulau ini yang sangat bagus digunakan untuk berselancar.
Peselancar ini secara tidak langsung mempromosikan pariwisata di tahun 1970.
Selain
pantai alam trofis pulau Bali meliputi gunung, bukit, sawah, dasar laut dan
sungai semuanya menawarkan keunikan dan ciri khas tersendiri. Oleh sebab itu,
begitu banyak media internasional yang menyebutkan pulau Bali, sebagai tujuan
wisata beriklim trofis, yang paling diminati oleh wisatawan.
Selain
berselancar di pantai, aktivitas Bali water sport seperti Parasailing, Jet
Ski dan Banana Boat menjadi data tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tempat aktivitas water sport di Bali terbesar terdapat di pantai Tanjung Benoa.
Setiap harinya pantai Tanjung Benoa, ramai dikunjungi oleh para wisatawan untuk
bermain Bali water sport.
Selain
water sport di Tanjung Benoa, olah raga air yang juga sering dicari oleh
wisatawan manca negara dan domestik adalah Bali rafting.
Untuk rafting di Bali sungai yang digunakan adalah sungai Ayung dan sungai
Telaga Waja.
Saat
ini begitu banyak hotel, villa, resort, bungalow dan home stay yang terdapat di
pulau Bali. Tempat makan juga mengalami perkembagan di pulau Bali, semuanya
disediakan untuk mengakomodasi para wisatawan yang ingin berlibur. Pariwisata
di Bali juga banyak menyediakan jasa Bali tour murah, bagi anda yang menginginkan
berlibur ke objek wisata di Bali.
Tapi
hal yang paling penentu dari perkembangan pariwisata Bali adalah faktor
keamanan. Semua orang pasti tidak akan ingin berlibur ketempat yang tidak
memberikan rasa aman dan pulau Bali, beberapa kali pernah masuk ke dalam travel
warning negara-negara maju seperti, Amerika Serikat dan Australia. Tapi
untungnya sekarang, travel warning tersebut telah di cabut dan pulau Bali,
masih dapat di katakan tempat wisata yang paling aman di Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar